Rabu, 27 Juli 2016

Carstensz Pyramid_Menuju Suanggama


Dari Hotel Komorotame tempat kami menginap, kami pergi menuju Bandara Mosez Kilangin sekitar jam 11:00 dengan menggunakan 3 mobil. Setibanya di bandara, kami langsung masuk ke bandara bagian sayap kanan yang memang diperuntukkan untuk chek in penerbangan ke daerah terpencil/menggunakan pesawat kecil, Saat menimbang barang, kami terkaget karena jatah beban yang kami miliki hanya 900 kg, Alasannya karena pesawat yang kecil dan cuaca yang buruk. Selain itu, terjadi kecelakaan di daerah lain pada pesawat yang sudah kami pesan jauh hari sebelumnya. Alhasil kami harus menahan dan menunda penrbangan sebagian barang kami di Timika.


Foto Suebu Jenny

Dari keseluruhan paket makanan untuk 12 hari, kami hanya bisa membawa untuk 2 hari saja ditambah dengan alat panjat, alat camp dan alat pribadi. Langkah ini kami ambil dengan pertimbangan jika memang sama sekali tidak bisa terbang, maka kami masih bisa melakukan pemenuhan perbekalan kembali di Sugapa, tentu dengan keterbatasan bahan makanan yang seadanya.
Penerbangan kami sangat lancar dengan cuaca yang bagus. Di perjalanan kami bisa melakukan flying shoot pemandangan di sekitar lintasan penerbangan. Setibanya di Sugapa, kami langsung disambut masyarakat Suanggama yang memang ditugaskan menjemput. Barang yang kami bawa langsung diangkut ke mobil, sedangkan kami berangkat menggunakan ojeg menuju Suanggama dengan mampir sebentar ke Polsek. Sedangkan salah seorang anggota tim melakukan perijinan terlebih dahulu ke beberapa instansi yang dibutuhkan. 
Dengan medan yang berbukit, kami berkendara dengan cepat agar tidak terjadi palang oleh kampung yang dilewati. Itu adalah salah satu trik yang disampaikan pengendara ojeg yang kebanyakan berasal dari Sulawesi. Beberapa kondisi jalan sangat rusak parah sehingga kami terkadang harus turun membantu tukang ojeg mendorong motor.
Sesampainya di Suanggama, kami disambut oleh warga yang memang sudah mengetahui kedatangan kami. Namun karena di tempatnya Pak Wilem (sesepuh kampung) sedang ada grup lain maka kami ditempatkan di rumah kepala gereja untuk menginap. Seperti biasa kedatangan kami menjadi daya tarik warga sekitar untuk berkumpul. Jadi sebelum kami istirahat dan menutup pintu, banyak warga yang berkerumun untuk berkomunikasi dengan kami dan para tamu.

Selasa, 26 Juli 2016

Perbekalan Pendaakian 28-30/06/2016

Diantara ritual sebelum mendaki biasanya kita harus menyiapkan peralatan dan perbekalan, mulai dari merencanakan, pemenuhan, pemaketan hingga ke distribusi. Kegiatan ini menjadi penunjang yang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik, sebab perbekalan merupakan amunisi bagi kesuksesan sebuah pendakian. 

Senin, 25 Juli 2016

Carstensz Pyramid_Menuju Timika (27/06/2016)




    Pagi jam 10.00 saya dijemput dari rumah menggunakan mobil menuju Bandara Soekarno Hatta. Ya, kali ini saya akan kembali berangkat menuju Timika untuk mempersiapkan pendakian ke Carstensz dengan membawa tamu dari Republik Ceko. Dari Bandung saya berangkat bersama Nurhuda.